Udara cerah dan angin sepoi-sepoi yang membawa hawa segar sempat mempengaruhi isi ruangan kaki Grenteng. keadaanya yang dulunya dicekam oleh rasa ketakutan kini berubah menajdi tentram. Ayam jago yang dulu dikurung didekat lumbung padi, ternyata dapat bertelur sepertihalnya betina.

Kemudian telur tersebut dismpian oleh Roro Cangkek dibawah tumpukan padi yang ada di lumbung. Apabila dibandingkan dengan telur ayam kampung, seharusnya telur itu sudah waktunya menetas. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa telur itu akan menetas atau busuk tertindih oleh tumpukan padi.

dan diakhir cerita ada anak kevil yang mengaku linglung setelah berpamitan untuk keluar deari bumi. Setelah sampai di dekatnya keajaiban lagi, tangan dan kakinya seketika menjadi satu melekat dengan badan mengembang terus hingga menjelma menjadi seekor ular raksasa seperti esmula. Kemuadian masuk lubang yang ada didepanya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Medang Kamolan.

lubang bekas masuknya Joko Linglung tak lama kemudian pulih kembali, penuh berisi lumpur yang disusul dengan suara, BELDUG………BELDUG begitu seterusnya sampai sekarang.

Advertisements